Penyakit yang Kembali Jadi Perhatian Global
Organisasi Kesehatan Dunia mencatat lebih dari 100 ribu kasus cacar monyet di lebih dari 120 negara sejak wabah global 2022. Angka ini membuktikan virus tersebut tidak lagi terbatas di wilayah Afrika tengah dan barat. Setiap orang perlu memahami risikonya tanpa harus panik berlebihan.
Penyakit ini berbeda dari cacar air maupun campak. Penularannya butuh kontak erat, bukan sekadar berada di ruangan yang sama.
Sinyal Tubuh yang Perlu Diwaspadai
Masa inkubasi virus berkisar 5 sampai 21 hari. Artinya, seseorang bisa merasa sehat tetapi sudah membawa virus dan berpotensi menularkannya ke orang lain.
Keluhan awal mirip flu, yaitu demam, sakit kepala hebat, nyeri otot, lemas, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Pembesaran kelenjar di leher, ketiak, atau selangkangan inilah yang paling membedakannya dari penyakit lain.
Munculnya Ruam Kulit
Setelah 1 sampai 3 hari demam, muncul gejala cacar monyet yang khas berupa ruam. Ruam berkembang dari bercak merah menjadi lenting berisi cairan, lalu mengering menjadi keropeng.
Lokasi ruam bisa di wajah, telapak tangan, telapak kaki, mulut, hingga area genital. Segera periksa ke fasilitas kesehatan bila ruam disertai demam dan pembengkakan kelenjar.
Bagaimana Virus Berpindah Antar Manusia
Cara utama penularan cacar monyet adalah kontak langsung dengan ruam, keropeng, atau cairan tubuh penderita. Sentuhan kulit ke kulit saat lesi masih aktif menjadi jalur paling sering terjadi.
Selain itu, virus dapat menyebar melalui:
- Percikan droplet saat berbicara atau batuk dalam jarak dekat dan waktu lama
- Pakaian, handuk, atau seprai yang tercemar cairan lesi
- Kontak seksual dengan penderita
- Ibu hamil ke janin melalui plasenta
Hewan pengerat dan primata di daerah endemik juga bisa menjadi sumber penularan. Hindari kontak dengan hewan liar yang tampak sakit.
Langkah Nyata Melindungi Diri dan Keluarga
Kunci pencegahan cacar monyet ada pada kebersihan tangan dan kehati-hatian saat kontak fisik. Cuci tangan dengan sabun minimal 20 detik, terutama setelah menyentuh permukaan publik.
- Hindari kontak kulit dengan orang yang memiliki ruam mencurigakan
- Jangan berbagi handuk, pakaian, atau alat makan
- Gunakan masker bila merawat penderita di rumah
- Bersihkan permukaan dengan disinfektan yang efektif melawan virus berselubung
Bila Anda kontak erat dengan kasus terkonfirmasi, pantau suhu tubuh dan kondisi kulit selama 21 hari. Laporkan segera ke petugas kesehatan ketika muncul gejala.
Siapa yang Sebaiknya Divaksin
Saat ini vaksin cacar monyet dikembangkan dari vaksin smallpox dan terbukti memberi perlindungan silang. Pemberiannya diprioritaskan untuk kelompok tertentu, bukan seluruh populasi.
Kelompok prioritas meliputi tenaga kesehatan yang menangani kasus, orang yang kontak erat dengan penderita, serta individu dengan perilaku berisiko tinggi. Vaksin paling efektif diberikan dalam 4 hari setelah paparan, meski masih bermanfaat hingga 14 hari.
Diskusikan dengan dokter untuk menilai manfaat dan risikonya sesuai kondisi Anda.
Yang Perlu Diingat
Waspada bukan berarti takut. Kenali gejalanya, pahami jalur penularannya, dan terapkan kebersihan tangan sebagai kebiasaan harian. Dengan langkah sederhana ini, Anda sudah melindungi diri sendiri sekaligus orang di sekitar.